Cara Menanam Jambu Biji dan Budidaya Jambu Biji

Pohon jambu biji bisa tumbuh dengan baik di wilayah dengan curah hujan sebagai berikut:
- 12 bulan basah, dan air tanah sedalam 50 cm hingga 10 meter.
- 7-10 bulan basah, dan air tanah sedalam 50 cm hingga 2 meter.
- 5-6 bulan basah, dan air tanah sedalam 50 cm hingga 2 meter.
Faktor Geografis
Tanah
Angin
MENYIAPKAN BENIH JAMBU
Biji
Setelah dikeluarkan daru buahnya, biji sebaiknya dibersihkan dan diangin-anginkan. Biji jangan sampai dijemur di terik sinar matahari, dan jangan disimpan lebih dari 24 jam agar daya tumbuhnya tidak menurun.
Biji jambu biji yang telah memenuhi syarat tanam bisa Iangsung ditebarkan di areal tanam atau di tempat persemaian terlebih dahulth,
Agar biji cepat turnbuh perlu disiram tiap pagi dan sore selama satu minggu. Biji mulai tumbuh setelah 20-30 hari. Jika biji yang disemaikan telah mencapai ketinggian 5 cm, maka bisa dilakukan seleksi dan penjarangan benih. Semai yang terbaik¬Iah yang harus dipilih dan dirawat.
Setelah mencapai ketinggian kira-kira 30-40 cm, semai sebaiknya segera dipindahkan ke keranjang. Pemindahan ke keranjang ini sangat dianjurkan untuk menjamin agar hidupnya semai di lapangan tinggi persentasenya. Semai yang dipindahkan ke keranjang sebaiknya pucuknya dipotong dan daunnya dipotong sebagian. Setelah 1-2 bulan di dalam keranjang, semai sudah dapat dipindahkan ke kebun atau areal tanam.
Okulasi
Sepuluh sampai lima belas hari sebelumnya pucuk cabang yang akan diambil matanya dipotoni dan dibuang daunnya. Cabang yang gundul, nant matanya akan membesar dan tampak sehat.
Langkah-Iangkah melakukan okulasi:
- Menyayat kulit dari batang pokok.
- Kulit yang disayat lalu dibuka
- Kulit yang disayat dipotong sebagian.
- Menyayat mata, lalu dilepaskan dari kayunya
- Memasukkan mata di antara kulit dan kayu batang pokok hingga benar-benar pas, kemudian diikat.
Setelah berusia kira-kira dua minggu, okulasi lalu dibuka talinya. Jika matanya tampak hijau segar, berarti proses okulasi berjalan sukses. Sebaliknya, jika matanya tampak cokelat kehitaman dan kering, berarti proses okulasi gagal dan harus diulang lagi.
Cangkok
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mencangkok:
- Pilih cabang sebesar pensil atau Iebih sedikit.
- Kupas kulitnya selebar dua kali diameter cabang, lalu kerok lendirnya.
- Satu hari kemudian, tutup Iukanya dengan hu¬mus atau tanah basah yang dicampur pupuk kandang.
- Balut keseluruhannya dengan plastik dan ikat erat-erat di atas dan di bawah pembalut.
- Tusuk-tusuklah kantong plastik dengan jarum agar udara dapat keluar-masuk dari dalam cangkokan.
- Setelah tumbuh akarnya dalam jumlah yang cukup banyak, cangkokan lalu dipotong. Pemotongan sebaiknya dilakukan saat cangkokan tidak mengeluarkan pucuk baru.
- Lewtakkan lkranjang cangkokan di tempat yang teduh, dan siram 1 kali sehari.
Tunas Akar
Dengan teknik pemotongan akar, maka akan terbentuk tunas akar. Kadang lebih dari satu batang tumbuh di satu tempat. Jika telah mencapai ketinggian kira-kira 30 cm, tunas bersama sebagian akar induknya segera diangkat dan ditaruh di keranjang. Tunas akar sebaiknya diangkat bersama dengan akar serabutnya. Tanpa akar serabut, akar baru sulit terbentuk, dan pemotongan tunas akar akan sia-sia.
CARA MENANAM JAMBU BIJI
Lubang tanam sebaiknya diberi campuran pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan: I 2 bagian tanah dan 1 bagian pupuk. Dapat juga ditambahkan pupuk buatan pabrik berupa Urea dan DS sebanyak 10-15 gram.
Bibit jambu biji, baik berasal dari biji, okulasi, cangkok, dan tunas akar, bila dibiarkan tumbuh secara alami, nanti dengan sendirinya akan membentuk cabang-cabang primer. Ujung batang pokoknya akan terus tumbuh ke atas.
RSS Feed
Twitter
6:16 AM
Unknown